TRAGEDI MAGELANG Perwira Polisi Diseret Tahanan Masuk Jurang

redaksi@koran-o.com

 

MAGELANG—Nasib tragis menimpa Kepala Unit Reserse Mobil Polda Jawa Tengah Yahya R. Lihu. Perwira  Polri berpangkat ajun komisaris polisi (AKP) itu diseret tersangka kasus pembunuhan dan penggandaan uang, Munjaroh, terjun ke jurang sedalam puluhan meter di daerah Ngemplak, Kabupaten Magelang, Kamis (25/7). Keduanya akhirnya  tewas.

Berdasarkan laporan tertulis yang dibuat Kasubdit III Jatanras Polda Jateng Kompol Arman Asmara yang disampaikan anggota Polres Magelang, kejadian tersebut bermula saat Munjaroh diminta menunjukkan tempat penguburan seorang korban bernama Yolanda di sebuah perkebunan tembakau di Ngemplak, Kecamatan Windusari.

Tim yang dipimpin Kasubdit III tersebut tiba di Magelang Kamis sekitar pukul 03.30 WIB, kemudian langsung ke Polsek Windusari sekitar pukul 04.00 WIB dan meminta bantuan ditunjukkan salah satu pelaku atas nama Aspani.

Sekitar pukul 05.00 WIB, dibantu petugas Unit Reskrim Polsek Windusari, tersangka diminta menunjukkan lokasi kuburan Yolanda. Saat berlangsung pencarian, Munjaroh menunjuk ke sebuah pohon pisang yang berada di bibir jurang.

Belum sampai dilakukan penggalian, Munjaroh tiba-tiba melompat ke jurang. AKP Yahya ikut masuk ke jurang karena tangannya dalam keadaan terborgol dengan tangan Munjaroh. Kompol Arman bersama anggota lainnya langsung mencari jalan untuk menolong.

AKP Yahya sempat sadar selama dua jam, sebelum datang pertolongan yang membawanya ke Puskesmas Windusari. Karena kondisi lukanya, korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tidar, Magelang. Namun, AKP Yahya mengembuskan napas terakhir saat tiba di rumah sakit.

Setelah disemayamkan di kamar jenazah RSU Tidar, jasad AKP Yahya dibawa ke RS Bhayangkara, Semarang. Salah satu keluarga dari istri AKP Yahya, Asni, menuturkan korban meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Asni mengaku dirinya tidak tahu korban sedang tugas ke Magelang. “Kami tahu-tahu diberi kabar korban di RSU Tidar…”

Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Dwi Priyatno mengatakan AKP Yahya akan memperoleh kenaikan pangkat satu tingkat. “Yang bersangkutan memperoleh kenaikan pangkat satu tingkat menjadi komisaris polisi anumerta,” kata Kapolda seusai melayat di rumah duka di Banyumanik, Semarang, Kamis.

Menurut Kapolda, AKP Yahya gugur ketika menjalankan tugas mengawal tersangka kejahatan pada Kamis dini hari. Kapolda menjelaskan tangan tersangka diborgol ke tangan AKP Yahya sebagai antisipasi agar tidak melarikan diri.

“Ternyata tersangka melompat ke jurang, sehingga almarhum ikut terjatuh.” Kapolda menilai AKP Yahya sangat berdedikasi terhadap tugasnya. Kapolda juga menyampaikan bela sungkawa dan duka yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. (Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>