Janin Pun Perlu Sekolah

Upaya menstimulasi janin bisa dilakukan dengan berbagai cara. Seorang muslim dianjurkan menstimulasi janin dengan kembali kepada Alquran.

Sekretaris Happy Family Care, Wikan Agustiani, menjelaskan menstimulasi janin sebaiknya dilakukan dengan ayat-ayat Alquran, kalimat thoyibah dan doa. Stimulasi yang diberikan juga harus mencukupi semua kebutuhan janin dari aspek jasad, ruh dan akal. Tujuannya agar janin tumbuh optimal dan sehat. “Mulai usia kehamilan delapan pekan, otak dan sel syaraf tumbuh dengan cepat dan mencapai puncaknya pada trimester ketiga,” jelasnya saat menjadi pembicara Seminar dan Launching Sekolah Qur’an Ibu Hamil bertema The Miracle of Qur’an for Janin di tempat penyelenggaraan Sekolah Qur’an Ibu Hamil, Jajar, Laweyan, Solo, Minggu (14/7).

Pembicara dari Rumah Qur’an Haramain, Rudy Hartanto, mengungkapkan masa emas anak dalam belajar dimulai sejak ia di dalam kandungan. Yaitu sejak Allah SWT meniupkan ruh pada janin. Semua yang didengar dan dirasakan, akan berpengaruh terhadap janin. Masa emas kedua yaitu sejak hari pertama bayi lahir ke dunia. Pada masa itu, terangnya, sangat tepat jika anak mulai diajarkan tentang Alquran. Salah satu tujuannya untuk merangsang syaraf otak dan telinga anak agar berfungsi dengan baik. “Oleh karena itu, perlu diadakan sekolah dalam kandungan bagi ibu hamil,” ujarnya.

Terkait ketentuan sekolah dalam kandungan, ungkapnya, dilakukan dua kali dalam sehari dengan ibu sebagai pengajar utama didampingi pihak suami. Pembelajaran dilakukan sekitar 15-30 menit, antara pukul 08.00 WIB-11.00 WIB dan 18.00 WIB-20.00 WIB. Materi berupa stimulasi sentuhan, cahaya, suara. “Pelaksanaan sekolah dalam kandungan harus memperhatikan kondisi janin agar tidak stres,” jelasnya.

Ia berpendapat ada 30 kosa kata wajib yang harus diajarkan kepada bayi sejak dini. Antaralain Allah, Muhammad, rasul, Alquran, madrasah, hamdalah, doa, imam, makmum, selawat, basmalah, sabar, syukur. Setelah itu, anak mulai diajarkan kalimat thoyibah seperti bacaan basmalah, hamdalah, selawat, assalamualaikum, subhanallah. Sejak dini, anak seharusnya mulai dibiasakan menghafalkan surat-surat pendek Alquran. Misalnya surat Al Fatihah, An Nas, Al Falaq. “Hal lain yang tak kalah penting yaitu membiasakan anak dengan lantunan senandung islami, asmaul husna, kisah nabi, azan dan ikamah,” jelasnya. (Eni Widiastuti)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>