Polres Wonogiri Tangani Dua Kasus Mesum Pelajar

WONOGIRI—Lampu merah untuk para orang tua di Wonogiri dalam hal pengawasan pergaulan anak. Dalam dua hari terakhir, dua kasus mesum yang melibatkan remaja belasan tahun terungkap. Tiga dari keempat pelaku berstatus pelajar.
Kejadian pertama terjadi di Kecamatan Baturetno. Pe­muda setempat bernama An­dri Priyo Wibowo, 19, teper­­gok warga ketika berbuat me­sum dengan pacarnya, Sa, 13, Minggu (19/8), sekitar pukul 19.30 WIB. Kejadian terse­but berlangsung di rumah Sa saat kondisinya sepi ka­rena keluarganya bersilatu­rah­mi ke kerabat.
Para tetangga yang menci­um ada gelagat mencuriga­­kan pun mendatangi rumah orang­tua Sa. Andri sempat bersem­bunyi agar tidak ketahuan war­ga. Tapi ulahnya terbong­kar karena HP-nya berdering.  “Saat itu, ada tetangga yang memanggil-manggil dia (Sa) tetapi dia tidak menjawab. Saya pun bersembunyi, tetapi HP saya berbunyi. Kami ketahuan. Banyak warga yang datang dan membawa saya ke polisi,” kata Andri saat dijumpai wartawan di Mapolres Wonogiri, Rabu (22/8).

Andri yang bekerja sebagai pelayan toko di Terminal Tirtonadi Solo mengatakan sudah mengenal korban sekitar satu bulan lalu. Ia mengakui saat digerebek sudah melakukan hubungan badan dengan Sa. Karena bersetubuh dengan gadis di bawah umur, Andri ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat UU Perlindungan Anak. Andri mengatakan tidak memaksa korban dan melakukan hal itu atas dasar suka sama suka.
Kasus mesum kedua terjadi di wilayah Kecamatan Puh Pelem, Senin (20/8). Pelakunya adalah Ds, 15, dan pacarnya, ZA, 17, keduanya sama-sama masih berstatus pelajar.
Awal kejadian, ZA menjemput Ds dan menemaninya ke rumah nenek Ds. Mereka pun bermalam di rumah nenek korban dan melakukan hubungan terlarang. Orangtua Ds yang tidak terima melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian. ZA saat ini juga sudah berstatus tersangka. (Ayu Abriyani KP) redaksi@koran-o.com

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *