Laporan Kehilangan di Klewer Melonjak

SOLO—Kirab Gunungan Sekaten Keraton Solo meningkatkan jumlah pengunjung Pasar Klewer, Solo, Minggu (5/1), hingga setidaknya dua kali lipat. Acara itu juga membuat Pos Keamanan Pasar Klewer panen laporan kehilangan. Dalam sehari pelaksanaan grebeg gunungan Sekaten itu, aparat keamanan setempat menerima 11 laporan. Menurut Komandan Peleton Satuan Pengaman (Satpam) Pasar Klewer, Djumadi, banyaknya laporan kehilangan saat pelaksanaan grebeg gunungan atau penutupan Sekaten lumrah terjadi dari tahun ke tahun. Pada hari biasa, tak jarang laporan kehilangan di Pos Keamanan Pasar Klewer nihil. Kalaupun ada, jumlahnya tak lebih dari dua dalam sehari. “Hari ini (kemarin-red), kami menerima 11 laporan kehilangan, di antaranya tiga laporan kehilangan dompet dan delapan laporan kehilangan keluarga saat mengikuti acara Gunungan,” ujarnya saat dihubungi Koran O, Minggu (5/1). Satpam Pasar Klewer menerima dengan baik keluh kesah korban, namun kepada korban yang permasalahannya terkait dengan wewenang Polri disarankan menghubungi Mapolsek setempat. ”Laporan kehilangan dompet dan barang berharga memang kami terima tetapi langsung kami minta melapor ke Mapolsek Pasar Kliwon karena itu di luar wewenang kami. Sedangkan laporan kehilangan keluarga, kami bantu dengan menyampaikan pengumuman melalui pengeras suara,” jelas Djumadi. Ditambahkannya, penggunaan cara manual dengan mengumumkan kehilangan anggota keluarga yang terpisah melalui pengeras suara dinilai masih efektif. Terbukti, enam dari delapan orang yang melapor telah kehilangan keluarga dapat bertemu kembali di Pos Keamanan Pasar Klewer. “Ternyata memang masih efektif menggunakan pengeras suara. Sebagai catatan, semua laporan kehilangan tadi tidak terjadi di dalam Pasar Klewer melainkan di sekitar lokasi pelaksanaan Sekaten dan Gunungan, yaitu di Masjid Agung maupun Alun-alun Utara Keraton Solo,” terangnya. Jumlah personel yang diterjunkan di Pasar Klewer, lanjut Djumadi, juga me ngalami penambahan dari enam personal menjadi delapan. Penambahan dilakukan mengantisipasi gangguan keamanan di dalam Pasar Klewer dan guna membantu mengatur arus lalu lintas ke ndaraan di sekitar Pasar Klewer. “Kami tidak mendapat pengarahan khusus menghadapi acara ini. Kami hanya melakukan kewajiban rutin. Prinsipnya hanya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.  Sri Sumi Handayani

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>