Membedakan Jenis Murai Batu

”Tidak ada pengaruhnya apakah itu murai Nias atau Kalimantan, yang kita cari kan kicauannya, bukan bulunya,” ujar Gunawan, pehobi kicauan kawakan asal Solo beberapa waktu lalu.
Bagi pemain ocehan sepertinya, jenis murai memang tidak penting. Tapi bagi penangkar, jenis dan postur sangat penting dalam menentukan harga.
Terlepas dari mitos tentang pengaruh jenis murai pada kicauannya, murai batu asal Medan dan Aceh dihargai lebih mahal di pasaran (sekarang sampai Rp1,7 juta). Bandingkan dengan murai batu Nias seharga Rp800.000-an dan Kalimantan yang hanya dihargai Rp350.000-an. Karena itu para pencari induk murai batu dituntut bisa membedakan jenis-jenis murai batu dari fisiknya.

Berikut beberapa ciri yang bisa diper­hatikan untuk membedakan murai batu dari pengalaman berbagai sumber.
l Murai batu Kalimantan biasanya memiliki warna cokelat yang cerah di bagian dada sampai kloaka. Sedangkan murai batu Sumatera biasanya ber­warna lebih ge­lap.
l Ekor mu­rai batu Nias, Ka­limantan dan Medan/Aceh bisa tumbuh sangat panjang. Jika sama-sama panjang, perlu dilihat apakah ada warna putih di bagian ekor. Kalau seluruh ekor berwarna hitam, biasanya itu adalah murai batu Nias.
Jika ada warna putih di bagian ekor, ada perbedaan letak warna putih tersebut. Pada murai batu Kalimantan, biasanya garis bulu putih muncul hampir sepanjang ekor. Sedangkan pada murai Medan/Aceh, biasanya garis bulu putih jauh lebih pendek dari pada bagian ekor berbulu hitam.

Lebih lanjut, ada pula sumber yang menyebutkan bahwa panjang ekor murai batu bisa menentukan dari mana asal seekor murai batu. Berikut beberapa catatan dari muraibatu.net.
l Murai batu Medan. Asal Bukit Lawang, Bohorok, kaki Gunung Leuser wilayah Sumatra Utara. Panjang ekor 27–30 cm.
l Murai batu Aceh. Asal hutan di kaki Gunung Leuser wilayah Aceh. Panjang ekor 25–30 cm.
l Murai batu Nias. Panjang ekor 20–25 cm. Ekor keseluruhan ber­warna hitam.
l Murai Jambi. Asal Bengkulu, Sumatra Selatan dan Jambi.
l Murai batu Lampung. Hidup di Krakatau, Lampung. Ukuran tubuhnya lebih besar dari murai Medan, panjang ekor 15–20 cm.
l Murai Banjar/Borneo. Hidup di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Panjang ekor 10-12 cm.
l Murai Palangka. Panjang ekor 15–18 cm. Hi­dup di Ka­limantan Tengah dan Ka­li­mantan Barat. (Adib Muttaqin As­far/JIBI)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>